Mutholib melihat wawasan masyarakatnya mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam demokrasi dan pembangunan daerah otomatis terdongkrak tanpa ada jarak birokrasi.
Lebih dari sekadar urusan elektoral, ia menilai kolaborasi ini membawa misi ganda yang saling menguntungkan.
“Selain menambah ilmu dan wawasan masyarakat, agenda ini juga menjadi sarana strategis untuk melestarikan budaya Sunda agar tetap dicintai generasi muda,” katanya menambahkan.
Berharap Menjadi Agenda Rutin
Melihat dampak positif yang instan di tengah warganya, Abdul Mutholib juga berharap Kesbangpol Ciamis tidak berhenti di sini.
Ia mendorong agar kegiatan serupa kembali digelar di desanya pada masa mendatang.
Bagi Mutholib, edukasi berbasis budaya seperti ini juga tidak hanya efektif mencerdaskan pemilih.
Tetapi juga ampuh merekatkan hubungan bertetangga antarwarga.
Ujungnya, fondasi demokrasi yang sehat, damai, dan tetap berakar pada kearifan lokal bisa tumbuh subur dari level desa.
”Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Pendekatan budaya ini memberikan kesan mendalam bagi warga kami. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depan,” pungkas Mutholib.














