CIAMIS,Kondusif.com,- Langkah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis mengawinkan edukasi politik dengan seni wayang golek mendapat sambutan hangat di akar rumput.
Kepala Desa Sukasari, Kecamatan Rajadesa, Abdul Mutholib, terang-terangan memuji terobosan ini.
Ia menilai pendekatan kultural berhasil menghapus stigma bahwa urusan politik adalah konsumsi yang berat, kaku, dan membosankan bagi masyarakat desa.
Apresiasi tersebut meluncur setelah Gedung Futsal Desa Sukasari dipadati warga yang antusias menyaksikan sosialisasi berbalut seni pada Selasa, 26 Mei 2026.
Mutholib berterima kasih karena wilayahnya dipilih menjadi episentrum edukasi yang tak biasa ini.
”Ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi masyarakat kami. Terima kasih kepada Kesbangpol Ciamis atas kepercayaan memilih Desa Sukasari,” ujar Mutholib dengan nada semringah.
Magnet Wayang Golek Pemikat Warga
Menurut Mutholib, kunci keberhasilan acara ini terletak pada kemasannya. Kehadiran dalang muda yang atraktif mampu menyulap suasana malam itu menjadi ruang belajar yang cair sekaligus menghibur.
Warga yang datang tidak merasa sedang diceramahi, melainkan diajak mengobrol santai tentang masa depan daerah mereka.
Tingginya antusiasme warga yang bertahan dari awal hingga akhir acara menjadi bukti sahih.














