”Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, insyaallah untuk pangan aman,” ujar dia.
Jaga Harga Telur hingga Hilirisasi Pertanian
Di sektor peternakan, pemerintah kini aktif menjaga stabilitas harga telur.
Amran mengaku telah berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan konsumsi telur dan ayam.
Dengan peningkatan konsumsi ini, harga di tingkat peternak diharapkan kembali bergairah.
”Kami langsung telepon Kepala BGN. Kalau biasanya konsumsi telur satu kali seminggu, bisa ditingkatkan jadi tiga kali, termasuk ayam. Dengan begitu, harga mulai merangkak naik, dan itu kita sepakati semua,” tambahnya.
Tak berhenti di sana, pemerintah juga tancap gas mempercepat hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi, kelapa, dan tebu.
Program bantuan untuk petani pun dipastikan berlanjut di 2026 hingga 2027 dengan total luasan mencapai 870 ribu hektare, termasuk di seluruh wilayah Papua.
”Bapak Presiden memerintahkan agar bantuan ini dilanjutkan. Ini bantuan langsung ke rakyat, mulai dari hibah hingga traktor. Banyak provinsi, termasuk Papua Barat, meminta cetak sawah ditambah, dan ini kita penuhi,” pungkas Amran.
Pemerintah sendiri telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp3,2 triliun untuk tahun 2026, menyusul kucuran Rp2 triliun pada tahun sebelumnya, sebagai bentuk komitmen nyata dalam memajukan sektor pertanian Indonesia.














