Langkah cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya rambatan arus pendek ke pemukiman padat penduduk di sekitarnya.
Meskipun seluruh bangunan rumah rata dengan tanah, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kendati demikian, pemilik rumah harus menelan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp50 juta.
Pascakejadian, pihak kepolisian langsung memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi langsung kepada warga.
Mereka mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi mitigasi kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik rumah tangga yang tidak standar.
”Saat ini situasi di lokasi sudah benar-benar aman dan kondusif. Api sudah padam total. Namun, anggota kami masih terus melakukan pendataan mendalam dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan selanjutnya,” pungkas Nurul.














