banner 720x220

Dari Bandung Open 2026, Iwan Fege Titip Pesan: Saatnya Potensi Pesilat Ciamis Diperkuat

Oplus_16908288

“Di Ciamis banyak bibit atlet pencak silat yang potensial. Kalau didampingi dan diberikan pembinaan secara serius, saya yakin mereka bisa berkembang dan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap sinergi antara perguruan pencak silat, IPSI Kabupaten Ciamis, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat semakin diperkuat.

Menurutnya, pembinaan atlet bukan hanya persoalan latihan. Atlet juga membutuhkan kompetisi yang terukur, pendampingan, evaluasi, serta dukungan agar perkembangan prestasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Harapan kami tentu pembinaan pencak silat di Kabupaten Ciamis semakin diperhatikan. Anak-anak ini merupakan bibit masa depan yang perlu diberikan kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.

Pencak Silat sebagai Warisan Budaya

Iwan juga menempatkan pencak silat tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi sebagai bagian dari budaya bangsa.

Sebagai seni bela diri asli Indonesia, pencak silat memiliki nilai budaya dan karakter yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.

Karena itu, pembinaan yang dilakukan SFG sekaligus diarahkan untuk ngamumule budaya, menjaga agar pencak silat tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.

“Pencak silat bukan hanya tentang pertandingan dan medali. Ini juga merupakan seni bela diri asli Indonesia yang harus kita rawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Iwan.

Menurutnya, proses latihan pencak silat juga mengajarkan berbagai nilai kehidupan, seperti disiplin, keberanian, sportivitas, tanggung jawab, kerja keras, serta menghargai sesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Prestasi Harus Diikuti Pembinaan Berkelanjutan

Capaian 22 medali dari Bandung Open Tournament 2026 menjadi modal positif bagi SFG untuk melanjutkan proses pembinaan.

Namun, Iwan mengingatkan bahwa perjalanan atlet masih panjang.

Kemenangan dalam sebuah pertandingan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas, bukan alasan untuk berhenti berkembang.

“Jangan cepat puas. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman dan evaluasi untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.

Bagi Iwan, keberhasilan membangun prestasi pencak silat tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, pembinaan yang terarah, serta dukungan berbagai pihak.

Dari Bandung Open 2026, SFG membawa pulang bukan hanya 22 medali, tetapi juga pengalaman dan pesan bahwa potensi pesilat muda Ciamis membutuhkan perhatian serta pembinaan yang berkelanjutan.

Prestasi adalah hasil dari proses. Dan proses itu membutuhkan komitmen bersama agar bibit-bibit pesilat Ciamis dapat tumbuh menjadi atlet yang mampu mengharumkan nama daerah sekaligus menjaga warisan budaya pencak silat Indonesia.***

Reporter: Hasna Ismi Lutfiyah

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *