CIAMISKondusif.com, – Kejuaraan Pencak Silat Bandung Open Tournament 2026 tingkat nasional menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi bagi para atlet muda Kabupaten Ciamis. Sebanyak 22 atlet yang tergabung dalam Silat Galuh Fighter (SFG) berhasil membawa pulang 22 medali dari kejuaraan yang berlangsung pada 26 hingga 30 Agustus 2026.
SFG merupakan klub gabungan dari tiga perguruan pencak silat, yakni CWPG yang dibina Coach Kurniawan Joely dan Iwan Fege, Aom Tur’at dengan Coach Rony Cahya Nugraha, serta SMI Panawangan dengan Coach Ogy.
Dalam kejuaraan tersebut, SFG menurunkan 22 atlet yang terdiri atas delapan atlet usia dini tingkat SD, 12 atlet pra-remaja tingkat SMP, dan dua atlet kategori remaja tingkat SMA.
Dari keikutsertaan tersebut, para atlet SFG berhasil meraih 22 medali. Perolehan itu terdiri atas 11 medali emas dan delapan medali perak pada kelas pemula, serta medali pada kategori prestasi.
Coach SFG, Iwan Fege, mengatakan hasil tersebut menjadi catatan positif dalam proses pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Ciamis.
Namun, menurutnya, keberhasilan dalam sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari jumlah medali. Pengalaman bertanding menjadi bagian penting untuk membangun mental sekaligus mengukur perkembangan kemampuan atlet.
Pernyataan tersebut disampaikan Iwan usai seluruh pertandingan berakhir pada Minggu (30/8/2026), melalui sambungan telepon seluler di tengah kesibukannya setelah kegiatan.
“Medali tentu menjadi kebanggaan. Tetapi yang paling penting anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, membangun mental, serta bisa mengukur kemampuan ketika bertemu atlet dari daerah lain,” ujar Iwan.
Tiga Atlet Catat Prestasi
Selain capaian pada kelas pemula, SFG juga mencatat prestasi pada kategori prestasi.
Medali emas kelas L tanding putri prestasi diraih Aiyra Alifia Z, siswi SMPN 1 Ciamis kelas 7A.
Medali perak kelas F tanding putra prestasi diraih Cahya Panji Kurniawan, siswa SMPN 8 Ciamis kelas 9B.
Sementara medali perunggu kelas E tanding putra prestasi diraih Satria Izzazi G, siswa SMPN 1 Ciamis kelas 8A.
Menurut Iwan, capaian tersebut menunjukkan bahwa atlet-atlet muda Ciamis memiliki peluang untuk terus berkembang apabila mendapatkan pembinaan secara konsisten.
“Setiap pertandingan adalah evaluasi. Anak-anak harus terus meningkatkan teknik, fisik dan mental. Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diraih,” katanya.
Potensi Pesilat Ciamis Perlu Diperkuat
Iwan menegaskan bahwa keikutsertaan SFG dalam Bandung Open 2026 memiliki tujuan yang lebih besar, yakni mencetak bibit atlet pencak silat Kabupaten Ciamis yang mampu membawa nama baik daerah.
Menurutnya, Ciamis memiliki banyak bibit potensial yang tersebar pada berbagai kelompok usia.
Mulai dari usia dini tingkat TK dan SD, pra-remaja tingkat SMP, remaja tingkat SMA, hingga kategori dewasa.
Potensi tersebut, kata Iwan, perlu mendapatkan ruang pembinaan dan dukungan agar dapat berkembang menjadi prestasi yang berkelanjutan.














