Tim dari Dinas Kesehatan bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) melakukan peninjauan ke lokasi.
Pemeriksaan itu diperlukan untuk mengetahui kondisi sanitasi, lingkungan hingga kualitas air di tempat penyedia makanan.
“Kami sedang meluncurkan tim di kesehatan sama LH, lagi menunggu hasil,” kata Erwan saat dikonfirmasi Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan lapangan keluar.
Setelah hasil tersebut diterima, Satgas akan menentukan langkah berikutnya.
Jika ditemukan persoalan yang masih dapat diperbaiki, pihak penyelenggara akan diminta melakukan pembenahan.
Namun, apabila ditemukan pelanggaran yang lebih serius, pemerintah dapat mengusulkan pemberian sanksi.
“Yang kedua, mungkin kita ajukan untuk sanksi. Yang ketiga, kalau parah-parah bangetnya, kemungkinan kita mengajukan ditutup,” ujarnya.
Erwan mengatakan tim baru turun melakukan pemeriksaan lapangan pada Kamis siang.
Karena itu, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim kesehatan dan lingkungan.
Di sisi lain, Erwan memastikan program MBG di sekolah-sekolah Pamarican tetap berjalan.
Namun, sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan sebelum makanan diberikan kepada siswa.
“Berjalan tetap, tapi lebih berhati-hati,” katanya.
Ia menilai tindakan sekolah memeriksa makanan sebelum dibagikan merupakan langkah tepat.
Apalagi, indikasi masalah pada makanan berhasil diketahui sebelum dikonsumsi siswa.
“Syukurnya ketahuan sama-sama pihak sekolah dulu sebelum dibagikan,” ujar Erwan.
Karena itu, ia meminta sekolah tidak mengendurkan pemeriksaan meski program MBG telah berjalan cukup lama.
“Berarti di Pamarican masih teliti. Alhamdulillah,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kondusif.com masih berupaya menghubungi pihak SPPG Katineung untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi makanan, hasil pemeriksaan internal, serta langkah evaluasi yang dilakukan setelah makanan MBG ditarik dari SMPN 2 Pamarican.
Upaya konfirmasi tersebut dilakukan untuk menyajikan pemberitaan secara berimbang dan memenuhi prinsip cover both sides.















Respon (1)