Merespons kekhawatiran HMI terkait eksploitasi alam, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan Ciamis.
Meskipun wilayah Purwadadi dan Pamarican memiliki potensi tambang yang menggiurkan, Herdiat memasang badan untuk menolak izin tambang yang merusak alam.
“Sampai saat ini, selama bupatinya masih saya, untuk tambang semen murni tidak akan diizinkan selama itu merusak lingkungan,” tegasnya disambut riuh para kader.
Sebelum mengakhiri sambutan, Herdiat tidak lupa melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus demisioner di bawah kepemimpinan Adit.
Ia memuji dedikasi pengurus lama yang sukses menjaga kondusivitas wilayah Ciamis selama masa bakti mereka.
Respons Ketua Umum HMI Ciamis Baru: Jaga Identitas, Siap Jadi Controlling
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Ciamis terpilih yang baru saja dilantik, Ghani Alghifari, langsung merespons tantangan sang Bupati.
Ghani menjelaskan bahwa kepengurusannya sengaja mengusung tema “Think Global, Act Local” demi menjawab tantangan zaman modern.
Menurut Ghani, saat ini ada ancaman bias identitas yang nyata di kalangan generasi muda.
Banyak pemuda yang mulai kehilangan arah dan melupakan akar budaya mereka sendiri akibat arus globalisasi.
“Kenapa kawan-kawan mengusulkan tema seperti itu? Karena sekarang ada bias identitas. Ini salah satu hal yang harus kita waspadai ketika pemuda masa depan tidak mengenal grassroot atau budayanya sendiri. Makanya, identitas keislaman dan keindonesiaan harus diperkuat,” ungkap Ghani saat diwawancarai usai pelantikan.
Lebih lanjut, Ghani membeberkan misinya ke depan untuk membenahi internal organisasi agar lebih relevan dengan tantangan masa kini.
Ia menilai, beberapa pola gerakan lama sudah tidak kompatibel dan perlu diperbarui.
Ghani memastikan bahwa HMI Ciamis ke depan akan mengedepankan gerakan kolaboratif dengan pemerintah daerah, namun tanpa kehilangan daya kritisnya sebagai mitra penyeimbang.
“Gerakan HMI ke depan adalah gerakan kolaborasi dengan pemerintah daerah, tetapi kami juga akan tetap berdiri kokoh menjadi sistem controlling (pengawas) yang kritis bagi jalannya roda pemerintahan,” tandas Ghani yang dalam kepengurusan ini didampingi oleh Agniatul Anwar sebagai Sekretaris Umum dan Diki sebagai Bendahara Umum.














