Lalu, kasus perundungan (bullying) yang marak menyasar usia sekolah.
”Kami membentengi anak-anak ini agar terhindar dari potensi perundungan dan kekerasan, baik di dalam maupun di luar sekolah. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mencegah kasus bullying, kekerasan, hingga pelecehan seksual terhadap anak,” tegas Alan.
Lebih lanjut, Alan berpesan agar para anggota Saka Bhayangkara bisa menjadi agen perubahan.
Kemudian menjadi contoh yang baik di lingkungannya.
Sebagai generasi penerus bangsa, mereka diminta pandai memanfaatkan waktu muda untuk kegiatan yang positif dan produktif.
Melalui pelatihan intensif ini, Polsek Ciamis berharap pengetahuan.
Serta keterampilan praktis para kader muda di bidang kamtibmas bisa semakin matang.
”Dengan hadirnya program pembinaan sedini mungkin, kita harapkan kasus-kasus kekerasan pada anak bisa ditekan, sehingga situasi kamtibmas di Ciamis selalu aman dan kondusif,” pungkas Alan.














