Ciamis,Kondusif.com,- Temuan lauk daging yang tercium bau dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Pamarican, Kabupaten Ciamis, berujung pada pemeriksaan lapangan. Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis menurunkan tim dari Dinas Kesehatan dan dinas yang membidangi lingkungan untuk mengecek kondisi SPPG Katineung.
Pemeriksaan itu dilakukan setelah pihak sekolah menghentikan pembagian makanan MBG pada Rabu (2/9/2026).
Saat makanan tiba sekitar pukul 07.00 WIB, guru piket menemukan aroma tidak sedap pada lauk daging.
Kepala SMPN 2 Pamarican Ida Nurhayati mengatakan sekolah langsung mengambil langkah pencegahan.
Ia meminta makanan tersebut tidak diberikan kepada siswa sebelum pihak SPPG datang melakukan pengecekan.
“Pas dibuka memang terdeteksi daging bau, kemudian saya instruksikan jangan dibagikan ke anak,” kata Ida saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (3/9/2026).
BACA JUGA:
Daging MBG Tercium Bau, SMPN 2 Pamarican Cegah 476 Siswa Konsumsi Makanan
Pihak sekolah kemudian menghubungi SPPG Katineung.
Petugas SPPG datang ke SMPN 2 Pamarican dan memeriksa makanan yang telah disiapkan untuk siswa.
Setelah dilakukan pengecekan, makanan tersebut akhirnya ditarik kembali oleh pihak SPPG.
Ida menyebut kondisi yang tercium tidak sedap hanya ditemukan pada lauk daging. Sementara komponen makanan lainnya, termasuk sayuran, dinilai aman.
Namun, sekolah memilih tidak mengambil risiko karena tidak mengetahui apakah kondisi tersebut hanya terjadi pada sebagian porsi atau seluruh makanan.
“Kami kan tidak tahu itu semua ompreng seperti itu atau sebagian. Dari SPPG, ‘Ya sudah Bu ditarik saja’,” ujarnya.
Satgas Turun Periksa Kondisi SPPG
Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan mengatakan pemerintah kemudian menindaklanjuti temuan tersebut dengan menerjunkan tim ke lapangan.
Tim dari Dinas Kesehatan bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) melakukan pemeriksaan terhadap kondisi SPPG.
Pemeriksaan itu antara lain untuk melihat aspek sanitasi, kondisi lingkungan hingga kualitas air.
“Kami sedang meluncurkan tim di kesehatan sama LH, lagi menunggu hasil,” kata Erwan saat dikonfirmasi Kamis (3/9/2026).
Erwan mengatakan tim baru melakukan pemeriksaan lapangan pada Kamis siang.
Karena itu, Satgas masih menunggu hasil pemeriksaan sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Selain hasil pemeriksaan teknis, pemerintah juga meminta pihak kecamatan menyusun kronologi dan situasi yang terjadi.
Hasil tersebut nantinya akan menjadi bagian dari bahan evaluasi Satgas.















Respon (1)