banner 720x220
News  

Daging MBG Tercium Bau, SMPN 2 Pamarican Cegah 476 Siswa Konsumsi Makanan

Dok, foto. Ilustrasi (diolah oleh AI)
Dok, foto. Ilustrasi (diolah oleh AI)

Ciamis,Kondusif.com,- Sebanyak 476 siswa SMPN 2 Pamarican, Kabupaten Ciamis, batal menerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026). Pihak sekolah memilih tidak membagikan makanan setelah guru piket mendapati aroma tidak sedap dari lauk daging.

Kepala SMPN 2 Pamarican, Ida Nurhayati, mengatakan makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat petugas sekolah membuka wadah makanan, mereka kemudian mendapati daging mengeluarkan bau.

“Pas dibuka memang terdeteksi daging bau, kemudian saya instruksikan jangan dibagikan ke anak,” kata Ida saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (3/9/2026).

Menurut Ida, pihak sekolah tidak mengambil risiko dengan tetap membagikan makanan tersebut.

Apalagi, makanan itu akan dikonsumsi ratusan siswa.

Karena itu, sekolah langsung menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Katineung yang menjadi penyedia makanan MBG bagi sekolah tersebut.

Tidak lama kemudian, pihak SPPG datang ke SMPN 2 Pamarican untuk memeriksa kondisi makanan.

“SPPG langsung datang ke lokasi, terus dicek lagi oleh SPPG-nya memang keadaannya seperti itu dan mereka menarik kembali,” ujar Ida.

Hanya Daging yang Berbau

Ida memastikan persoalan tersebut hanya ditemukan pada lauk daging.

Sementara itu, komponen makanan lainnya, termasuk sayuran, dinilai dalam kondisi aman.

Namun, pihak sekolah tetap memilih mengembalikan seluruh makanan karena tidak mengetahui apakah kondisi serupa terjadi pada semua porsi atau hanya sebagian.

“Kami kan tidak tahu itu semua ompreng seperti itu atau sebagian. Dari SPPG, ‘Ya sudah Bu ditarik saja’,” tuturnya.

Dengan langkah tersebut, makanan yang sempat diduga bermasalah tidak sampai dikonsumsi siswa.

Ida mengatakan hingga kini tidak ada siswa yang menjadi korban akibat makanan tersebut.

Ia juga menyebut persoalan itu telah dikomunikasikan dengan pihak SPPG dan unsur terkait.

Sebagai pengganti makanan pada hari sebelumnya, siswa kemudian mendapatkan menu pengganti.

“Sebetulnya tidak masalah dan memang hari ini sudah ada pengganti dengan makanan kering untuk hari kemarin,” katanya.

Ida menegaskan keputusan menarik makanan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian sekolah.

Sebab, pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan 476 siswa yang menjadi penerima MBG.

Sebelum makanan dibagikan kepada siswa, guru piket bersama tim yang bertugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan, termasuk mencicipi makanan.

“Kalau sama anak enggak, karena kami dari guru piket dulu. Ada tim mencicipi dari pihak yang piket dulu,” ujar Ida.

Satgas Tunggu Hasil Pemeriksaan Lapangan

Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

banner 720x220

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *