Ciamis,Kondusif.com,- Persoalan biaya kuliah menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, kepada Anggota DPRD Ciamis Asep Rahmat. Keluhan itu disampaikan saat Asep menggelar Reses II Tahun Sidang 2026 di Aula Desa Ciharalang, Kamis (27/8/2026).
Dalam sesi dialog, seorang warga mengaku tengah kesulitan membiayai kuliah anaknya.
Ia kemudian menanyakan kembali komitmen Asep terkait fasilitasi beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Anak saya sudah kuliah dan saya juga kesulitan bayar biaya kuliah,” ujar warga tersebut.
Pertanyaan itu kemudian dijawab Asep dengan menjelaskan pengalaman dirinya dalam memfasilitasi mahasiswa mendapatkan beasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Asep mengatakan sebelumnya ia menjalin kerja sama dengan Universitas Galuh (Unigal) untuk membantu mahasiswa yang masuk dalam seleksi penerima KIP.
“Dari mulai Baregbeg sampai Pamarican saya punya kuota 50. Berkurang jadi 20,” kata Asep.
Namun, proses tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Menurut Asep, salah satu kendalanya adalah perguruan tinggi yang menjadi mitra belum sepenuhnya dapat mengakomodasi skema yang diharapkannya.
Dari proses yang pernah berjalan, enam mahasiswa akhirnya berhasil masuk melalui kerja sama tersebut.
“2024 kerja sama dengan Unigal, masuk enam. 2025-2026 tidak bisa merealisasikan,” ujarnya.
Asep Akui Program Belum Sesuai Harapan
Asep tidak menampik masih terdapat persoalan dalam pelaksanaan fasilitasi beasiswa tersebut.
Ia mengatakan memahami proses KIP dan berbagai tahapan yang harus dilalui mahasiswa untuk memperoleh bantuan pendidikan.
Karena itu, ia menyebut kondisi di lapangan tidak selalu sesuai dengan rencana awal.














