banner 720x220

Kemarau, Debit Air Cadas Ngampar Ciamis Turun, Tubing Terpaksa Setop

Debit air sungai di wisata cadas ngampar menurun saat musim kemarau. (Dok, foto. Kondusif.com)
Debit air sungai di wisata cadas ngampar menurun saat musim kemarau. (Dok, foto. Kondusif.com)

Ciamis,Kondusif.com,- Kemarau panjang mulai berdampak terhadap aktivitas wisata di Cadas Ngampar, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Debit air sungai yang menyusut membuat jumlah kunjungan wisatawan ikut menurun.

Tak hanya itu, pengelola terpaksa menghentikan sementara aktivitas tubing yang selama ini menjadi salah satu pilihan wisatawan.

Sebab, kegiatan tersebut membutuhkan debit air yang cukup besar.

Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam
Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam

Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam, mengatakan kemarau di Desa Gunungsari sudah berlangsung sekitar tiga bulan.

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh langsung terhadap aktivitas wisata.

“Justru dampak dari kemarau panjang kurang lebih di Desa Gunungsari kita kemarau tiga bulanan. Itu berdampak negatif kepada pengunjung yang datang karena jumlah kunjungan menurun,” kata Fauzan saat ditemui di lokasi Cadas Ngampar, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, kondisi debit air menjadi salah satu persoalan utama karena Cadas Ngampar mengandalkan wisata air sebagai daya tarik utama.

Tubing Berhenti

Aktivitas tubing di wisata cadas ngampar, Gunungsari, Sadananya Ciamis disetop akibat kemarau
Aktivitas tubing di wisata cadas ngampar, Gunungsari, Sadananya Ciamis disetop akibat kemarau

Fauzan menjelaskan, debit air yang mengecil membuat pengelola tidak bisa menjalankan aktivitas tubing secara normal.

“Karena di sini debit airnya kecil, salah satu kegiatan di wisata juga off, itu kegiatan tubing, karena harus memakai debit air yang besar,” ujarnya.

Meski begitu, pengelola tidak ingin kondisi tersebut membuat aktivitas wisata berhenti sepenuhnya.

Sebagai gantinya, pengelola mulai mengarahkan wisatawan untuk menikmati aktivitas camping di kawasan Cadas Ngampar.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi agar wisatawan tetap memiliki pilihan aktivitas meski wisata air sedang terkendala kondisi alam.

“Untuk saat ini kita dorong ke pengunjung untuk camping, camping di area wisata,” katanya.

Pengelola juga menyediakan sejumlah pilihan tenda untuk wisatawan yang ingin bermalam.

Tenda dengan kapasitas maksimal empat orang dibanderol Rp290 ribu.

Kemudian tenda berkapasitas delapan orang dipatok Rp595 ribu, sedangkan kapasitas 10 orang seharga Rp780 ribu.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *