banner 720x220

Cadas Ngampar Gunungsari Incar 10 Besar di Wonderful Indonesia Awards 2026

Wisata Cadas Ngampar, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (Dok, foto. Kondusif.com)
Wisata Cadas Ngampar, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (Dok, foto. Kondusif.com)

Ciamis,Kondusif.com,- Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, tak ingin cepat puas setelah berhasil masuk 10 besar desa/kampung wisata Jawa Barat.

Cadas Ngampar kini memasang target lebih tinggi, yakni menembus tiga besar di tingkat Jawa Barat dan 10 besar di Wonderful Indonesia Awards 2026 Nasional.

Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam, mengatakan capaian masuk 10 besar menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas destinasi.

Pihaknya pun mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menghadapi tahapan penilaian berikutnya.

“Kalau target sih jelas target yang terbaik. Kita di provinsi targetnya masuk tiga besar, di nasional masuk 10 besar,” kata Fauzan saat ditemui di lokasi Cadas Ngampar, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Ciamis, Senin (10/8/2026).

BACA JUGA: Desa Wisata Jalatrang dan Gunungsari Jadi Wakil Jabar di Wonderful Indonesia Awards 2026

Menurut Fauzan, persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi daya tarik wisata.

Pengelola juga mulai membenahi berbagai data dan arsip yang berkaitan dengan pengelolaan destinasi.

“Sebagian kita sudah persiapkan, tentang data-data, arsip-arsip kita terus persiapkan. Terus kebersihan utamanya, kebersihan,” ujarnya.

Kebersihan Jadi Perhatian

Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam
Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam

Fauzan menyebut kebersihan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius.

Hal tersebut dinilai penting karena Cadas Ngampar mengandalkan wisata alam dan air sebagai daya tarik utama.

Cadas Ngampar memiliki aliran air yang berasal langsung dari hulu sungai.

Kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan yang terus dijaga pengelola.

Selain wisata air, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas tubing, camping, hingga menginap di homestay.

Namun, pengelola juga harus menyesuaikan aktivitas wisata dengan kondisi alam.

Saat ini, misalnya, aktivitas tubing sementara dihentikan karena debit air menyusut akibat kemarau panjang.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *