CIAMIS,Kondusif.com,- Mencuatnya kasus dugaan peredaran narkotika yang menyeret dua oknum mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) Ciamis terus menuai perhatian dari berbagai kalangan. Kali ini, sorotan datang dari mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Galuh periode 2017, Ade Apipudin.
Ade mengaku terkejut sekaligus kecewa saat pertama kali membaca pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan dua oknum mahasiswa dalam kasus narkotika tersebut.
Menurutnya, kasus tersebut bukan hanya berdampak terhadap individu yang terlibat, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik keluarga, civitas akademika, hingga institusi pendidikan yang selama ini dibangun dengan susah payah.
“Saya sangat kaget dan kecewa ketika membaca berita tentang adanya dugaan peredaran narkotika yang menyeret oknum mahasiswa. Hal ini bukan hanya mencoreng nama baik keluarga para pelaku, tetapi juga nama baik Universitas Galuh,” ujar Ade saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Ade menilai, apabila dugaan tersebut terbukti dalam proses hukum, maka tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena bertentangan dengan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh dunia pendidikan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa.
Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam kasus narkotika menjadi pukulan serius bagi dunia akademik.
“Dampaknya sangat besar. Ini menjadi pukulan telak bagi Universitas Galuh. Dunia pendidikan seharusnya melahirkan generasi yang baik dan mampu memberikan perubahan bagi bangsa,” katanya.
Dikhawatirkan Pengaruhi Kepercayaan Masyarakat
Lebih jauh, Ade menilai kasus yang menyeret oknum mahasiswa tersebut berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kampus.
Ia menyebut, bukan hanya mahasiswa aktif yang terdampak, tetapi juga calon mahasiswa baru dan para orang tua yang tengah mempertimbangkan tempat kuliah bagi anak-anak mereka.
Menurut Ade, kepercayaan publik merupakan aset penting yang harus dijaga oleh setiap institusi pendidikan.
“Dampaknya bukan hanya dirasakan mahasiswa yang sedang kuliah saat ini. Calon mahasiswa baru dan para orang tua juga bisa terpengaruh dan berpikir ulang untuk memilih kampus ini apabila kasus seperti ini terus terjadi,” ujarnya.
Meski demikian, Ade mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menggeneralisasi tindakan individu sebagai gambaran keseluruhan kampus.
Ia menilai ribuan mahasiswa dan alumni Universitas Galuh yang selama ini berprestasi tidak boleh ikut menerima stigma akibat perbuatan segelintir oknum.
“Kasus ini dilakukan oleh oknum. Jangan sampai ribuan mahasiswa dan alumni yang selama ini menjaga nama baik almamater ikut terkena stigma negatif,” katanya.
Soroti Pentingnya Peran Kampus dan Dosen
Dalam pandangannya, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada mahasiswa semata.














