Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah pusat berupa penguatan sarana pemeriksaan, termasuk penambahan perangkat X-ray dan alat diagnostik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan dukungan tersebut, pemeriksaan diharapkan tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Ciamis Temukan Kasus dari Penelusuran Kontak
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Rizaldi Sofyan memaparkan hasil pelaksanaan tracking TB yang terintegrasi dengan CKG.
Dalam periode Juli hingga September 2026, kegiatan tersebut dilaksanakan di 180 lokus yang tersebar pada 37 puskesmas.
Dari proses penelusuran kontak, Dinas Kesehatan Ciamis mengidentifikasi 1.321 kontak.
Sebanyak 486 orang kemudian menjalani skrining menggunakan X-ray.
Dari hasil skrining tersebut, sebanyak 400 orang masuk kategori terduga TB.
Selanjutnya, 324 orang menjalani pemeriksaan diagnostik melalui laboratorium.
Hasil pemeriksaan menemukan 21 kasus TB. Selain itu, terdapat 31 orang yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan terapi pencegahan tuberkulosis.
Data tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat penemuan kasus secara aktif sekaligus mencegah munculnya penularan baru di lingkungan keluarga.
Rizaldi mengatakan Dinas Kesehatan Ciamis akan melanjutkan integrasi kegiatan CKG dengan layanan TB di puskesmas, posyandu, posbindu, dan puskesmas pembantu.
Selain itu, penelusuran kontak akan dilakukan secara aktif dari rumah ke rumah.
Pemerintah juga akan memastikan kontak yang teridentifikasi menjalani skrining dan pemeriksaan diagnostik sesuai indikasi.
Libatkan Desa hingga Keluarga
Upaya pencegahan tersebut kemudian diperkuat melalui deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Kabupaten Ciamis.
Deklarasi melibatkan pemerintah desa dan kelurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan penanggulangan TB membutuhkan peran bersama karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Menurut Herdiat, semangat gotong royong masyarakat Ciamis dapat menjadi kekuatan untuk mendukung program kesehatan pemerintah.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan masyarakat dalam penemuan kasus, pencegahan penularan, pendampingan pengobatan, serta pemberian edukasi mengenai TB.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanganan TB bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan.
Ia mendorong pemerintah daerah, kecamatan, desa, kelurahan, puskesmas, kader, dan unsur lintas sektor untuk bekerja bersama dalam menjalankan program tersebut.
“Penanganan kesehatan ini tidak hanya Dinas Kesehatan,” kata Akhmad.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap penanggulangan TB dapat berjalan lebih luas, terutama dalam menemukan kasus secara aktif dan mencegah penularan sejak dari lingkungan keluarga.
Dengan demikian, penguatan pencegahan diharapkan berjalan beriringan dengan pengobatan pasien TB hingga tuntas.














