Ia merasa teknologi VAR gagal menjalankan fungsinya dalam momen krusial tersebut.
”Itu buat apa ada VAR? Bagaimana semua orang tahu bahwa bola sudah bukannya nempel di garis, tapi sudah keluar dari garis,” tambahnya.
Pria yang identik dengan topi koboi ini menilai secara teknis permainan, Persib tampil jauh lebih unggul.
Namun, keputusan pengadil lapangan dianggapnya menjadi batu sandungan utama Maung Bandung membawa pulang tiga poin.
”Persib tidak akan kalah, cuma kalahnya sama wasit. Bukannya kita drop, tidak. Kalau perhitungan, kita di atas kertas dari awal (unggul). Tapi ya namanya bola seperti inilah,” ketusnya.
Walau kecewa berat, Umuh tetap memberikan apresiasi terhadap kekuatan Dewa United yang ia sebut sebagai tim “kelas atas”.
Namun, baginya hasil imbang ini tetap menyisakan luka akibat keputusan yang dianggap tidak adil.














