Karena itu, ia berupaya memastikan produk yang disuplai tetap memenuhi kualitas dan kebutuhan dapur SPPG.
Tak hanya peternak dan pemasok ayam serta telur, pelaku usaha tahu dan tempe juga ikut ambil bagian.
Ai, salah seorang pelaku usaha di bidang tersebut, mengatakan usahanya menjadi salah satu pemasok bagi SPPG Panumbangan 3.
Ia menuturkan jumlah pasokan menyesuaikan permintaan dari pihak dapur.
Dengan pola tersebut, produksi UMKM dapat mengikuti kebutuhan program MBG sekaligus menjaga kelancaran distribusi bahan pangan.
“Kami berharap UMKM tahu dan tempe bisa terus ikut menyukseskan program MBG dengan memberikan pelayanan dan bahan baku yang baik,” ujar Ai.
Keterlibatan sejumlah UMKM itu memperlihatkan bahwa pelaksanaan program MBG di Panumbangan turut membuka ruang bagi pelaku usaha setempat.
Mereka bukan hanya menjadi bagian dari rantai pasok pangan, tetapi juga ikut menopang kelancaran penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Di sisi lain, kerja sama tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Perputaran kebutuhan bahan pangan melalui UMKM lokal diharapkan dapat menjaga aktivitas usaha sekaligus memperkuat keterhubungan antara program pemerintah dan perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
Dengan demikian, keberadaan SPPG Panumbangan 3 tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan makanan bergizi.
Keterlibatan pemasok lokal juga menjadi bagian penting dalam memastikan program MBG berjalan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.














