banner 720x220
News  

Karhutla Mengintai Garut, Polisi Siagakan Personel dan Peralatan

Garut,Kondusif.com,- Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Garut mendorong aparat memperketat kesiapsiagaan. Polres Garut menggelar apel gelar pasukan dan peralatan untuk memastikan personel serta seluruh perangkat penanganan siap bergerak ketika api muncul.

Apel tersebut berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Garut, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra memimpin langsung apel yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, Dishub, Satpol PP hingga PMI.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefulloh, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Garut Usep Basuki Eko, Kasatpol PP Garut Ganda Permana, serta Kepala Dinas Kesehatan Garut Leli Yuliani.

Bagi Polres Garut, apel tersebut bukan sekadar seremoni.

Polisi menggunakannya untuk mengecek kesiapan personel, kendaraan operasional.

Alat pemadam, pompa, selang, perangkat komunikasi hingga perlengkapan keselamatan.

Karhutla Timbulkan Dampak Berantai

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan karhutla dapat menimbulkan dampak berantai.

Api bukan hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, keselamatan warga serta keamanan dan ketertiban.

“Karhutla merupakan ancaman yang dapat berdampak luas, tidak hanya terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas sosial ekonomi, keselamatan warga serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Niko.

Karena itu, menurut dia, Garut membutuhkan pola pencegahan yang konsisten.

Wilayah Garut memiliki kawasan hutan dan pegunungan, sekaligus perkebunan, lahan pertanian dan permukiman.

Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran perlu dipantau sejak dini.

Polisi pun mendorong patroli di kawasan rawan dan meningkatkan pemantauan. Bersamaan dengan itu, petugas diminta aktif mengedukasi warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Edukasi Masyarakat

Niko meminta Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa dan unsur terkait turun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *