Karena itu, ketiga unsur tersebut selalu berkoordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Pada dasarnya ini adalah tanggung jawab kami bersama. Program Tiga Pilar merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kalau situasi aman dan kondusif, pembangunan desa juga akan berjalan lebih baik,” katanya.
Komunikasi Berjalan Rutin
Dedi menjelaskan, komunikasi antara kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dilakukan secara rutin.
Setiap persoalan yang muncul di masyarakat diupayakan diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting sehingga Desa Rancah mampu melewati penilaian mulai dari tingkat Polres Ciamis, Polda Jawa Barat, hingga kini dipercaya mewakili Jawa Barat pada Lomba Tiga Pilar tingkat nasional.
Ia berharap kekompakan yang selama ini terbangun tidak berhenti setelah proses penilaian selesai.
Sebaliknya, kolaborasi itu akan terus diperkuat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami, kebersamaan ini tetap terjaga. Bukan hanya untuk lomba, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja dalam memberikan pelayanan, menjaga keamanan, dan mendukung pembangunan di Desa Rancah,” pungkasnya.














