“Kita juga mendoakan saudara-saudara kita, khususnya para petani dan masyarakat yang kehidupannya sangat bergantung pada ketersediaan air. Semoga mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi kondisi yang ada,” katanya.
Ikhtiar Pemerintah Tetap Berjalan
Di tengah ikhtiar spiritual tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis tetap melakukan langkah-langkah penanganan terhadap dampak kekeringan.
Herdiat menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus mengantisipasi persoalan yang muncul, terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, dukungan terhadap sektor pertanian serta kebutuhan warga lainnya yang terdampak keterbatasan air.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan. Shalat Istisqo menjadi ikhtiar spiritual, sementara pemerintah dan masyarakat tetap dituntut melakukan langkah nyata untuk mengurangi dampak kekeringan.
Herdiat juga menegaskan bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas dan berbagai unsur lainnya.
“Mari kita bergandengan tangan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi persoalan ini,” ajaknya.
Dari Doa Menuju Kebersamaan
Shalat Istisqo di Alun-Alun Ciamis akhirnya tidak hanya menjadi rangkaian ibadah untuk memohon turunnya hujan. Di balik ribuan jamaah yang bersimpuh dan menengadahkan tangan, terselip pesan tentang pentingnya introspeksi, kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Ketika bumi membutuhkan air, masyarakat Ciamis mengetuk pintu langit melalui doa. Namun pada saat yang sama, ikhtiar di bumi tetap harus dilakukan bersama.
Sebab menghadapi kemarau bukan hanya tentang menunggu hujan turun, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat saling menguatkan, menjaga ketersediaan air dan membantu mereka yang paling terdampak.
Reporter: Hasna Ismie Lutfiyah














