banner 720x220

Resmi Dikukuhkan, IPF Ciamis Bidik Lahirnya Atlet Pickleball Berprestasi

(Dok, foto. Istimewa)
(Dok, foto. Istimewa)

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, IPF Jawa Barat, dan KONI yang telah memberikan ruang bagi pickleball untuk berkembang.

“Saya berdiri di sini merasa terhormat dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada saya. Apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, IPF Jawa Barat, dan KONI yang telah memberikan dukungan luar biasa,” ujar Desi.

Menurut Desi, masyarakat mulai menunjukkan ketertarikan terhadap pickleball.

Karakter permainan yang sederhana menjadi salah satu faktor yang membuat olahraga ini relatif mudah diterima.

Sekolah dan Komunitas Jadi Sasaran Pengembangan

Desi menjelaskan pickleball memiliki karakter permainan yang memadukan sejumlah unsur dari tenis lapangan dan tenis meja.

Selain itu, olahraga tersebut menawarkan permainan yang dapat dinikmati berbagai kelompok usia.

Karakter itu menjadi modal bagi IPF Ciamis untuk memperluas basis pemain.

Pengurus tidak hanya ingin mengumpulkan pemain di satu lokasi, tetapi juga membawa pickleball ke lebih banyak lingkungan masyarakat.

“Cukup menarik minat di Ciamis karena merupakan perpaduan tenis lapangan dan tenis meja. Slogannya juga menarik, easy and fun, sehingga mudah dimainkan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia,” jelasnya.

Karena itu, IPF Ciamis menyiapkan sosialisasi yang menyasar sekolah dan komunitas.

Pengurus ingin memperkenalkan pickleball sejak dini sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mencoba olahraga tersebut.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencari bibit atlet.

Dari kegiatan pengenalan dan latihan, pengurus dapat melihat pemain yang memiliki minat serta kemampuan untuk dikembangkan lebih serius.

Desi menegaskan IPF tidak ingin pickleball hanya dikenal sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang.

Organisasi tersebut ingin membangun jalur pembinaan yang mampu menghubungkan kegiatan rekreasi dengan olahraga prestasi.

“Tugas kita di Ciamis tidak hanya menjadikan pickleball sebagai sarana rekreasi olahraga, tetapi juga mengenalkan olahraga ini ke sekolah-sekolah dan komunitas di seluruh Kabupaten Ciamis. Kita akan membina atlet berprestasi dan berbakat,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, IPF Ciamis menyadari organisasi tidak bisa bekerja sendirian.

Pengembangan olahraga membutuhkan dukungan dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, KONI, sekolah hingga komunitas.

Desi berharap kerja sama tersebut dapat membentuk ekosistem pickleball yang lebih kuat.

Dengan basis pemain yang semakin luas, peluang menemukan atlet potensial juga semakin terbuka.

Kolaborasi Jadi Kunci Membangun Pickleball Ciamis

Menurut Desi, kolaborasi menjadi bagian penting dalam perjalanan awal IPF Ciamis.

Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar program yang disusun pengurus tidak berhenti sebagai rencana.

Pengurus juga membutuhkan arahan dan pendampingan dalam menjalankan organisasi.

Karena itu, IPF Ciamis membuka ruang kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga.

Desi berharap perkembangan pickleball di Ciamis berlangsung secara bertahap.

Pengurus ingin membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu sebelum mengejar target prestasi yang lebih tinggi.

“Keberhasilan tidak akan tercapai tanpa kolaborasi dengan KONI dan seluruh pihak. Kami memohon bimbingan agar pickleball berkembang pesat di Ciamis. Galuh nanjeur, pickleball berprestasi, mari kita cetak sejarah baru di Ciamis,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *