CIAMIS,Kondusif.com,- Puskesmas Cijeungjing mencatat capaian tertinggi dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Ciamis. Persentase capaian pemeriksaan di puskesmas tersebut mencapai 63,20 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Rizaldi Sofyan mengatakan capaian CKG Kabupaten Ciamis secara keseluruhan saat ini mencapai 39,39 persen.
Angka itu menempatkan Ciamis dalam lima besar capaian CKG di Provinsi Jawa Barat.
“Untuk capaian CKG per puskesmas, kebetulan kami ada yang satu kecamatan dua puskesmas. Untuk puskesmas tertinggi yaitu Puskesmas Cijeungjing sebesar 63,20 persen,” kata Rizaldi dalam kegiatan monitoring dan tracking Tuberkulosis (TB) terintegrasi Program CKG di Aula Setda Ciamis, Senin (21/9/2026).
Setelah Cijeungjing, capaian CKG tertinggi berikutnya tercatat di Puskesmas Jatinagara sebesar 60,39 persen.
Kemudian Puskesmas Rajadesa 58,05 persen, Cieurih 55,28 persen, dan Kawali 53,92 persen.
501.900 Warga Sudah Jalani CKG
Secara keseluruhan, sebanyak 501.900 warga Ciamis telah menjalani pemeriksaan melalui program CKG.
Dari jumlah penduduk 1.274.058 orang, pemerintah menetapkan target pemeriksaan sebesar 50 persen atau 637.029 orang.
Dengan capaian 501.900 orang, program CKG di Ciamis telah menjangkau 39,39 persen dari jumlah penduduk tersebut.
Jika dilihat berdasarkan kecamatan, Jatinagara menjadi wilayah dengan persentase capaian CKG tertinggi.
Setelahnya terdapat Rajadesa, Cijeungjing, Panawangan, dan Panjalu.
Sementara berdasarkan jumlah masyarakat yang telah mendapatkan layanan CKG, Kecamatan Ciamis mencatat 34.124 orang.
Kemudian Rajadesa sebanyak 31.975 orang, Cipaku 31.705 orang, dan Banjarsari 27.456 orang.
Pada tingkat puskesmas, jumlah warga yang telah dilayani paling banyak tercatat di Puskesmas Rajadesa sebanyak 31.975 orang.
Berikutnya Puskesmas Ciamis 23.479 orang, Panjalu 22.543 orang, Banjarsari 20.401 orang, dan Rancah 19.846 orang.
CKG Diperluas hingga Layanan Desa
Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis akan melanjutkan sekaligus memperluas cakupan CKG dengan mengintegrasikan layanan tersebut di puskesmas, Posyandu, Posbindu, dan Pustu desa.
Perluasan layanan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan tracking TB yang terintegrasi dengan CKG.














