banner 720x220
News  

Program GENIUS Digelar di Ciamis, OJK Libatkan Guru Bangun Literasi Keuangan Pelajar

Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) OJK Tasikmalaya di Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)
Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) OJK Tasikmalaya di Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)

Bahkan, kata dia, korban berasal dari berbagai kalangan tanpa memandang jenis kelamin.

Selain persoalan ekonomi digital, Herdiat juga mengingatkan meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.

Sepanjang 2025, Kabupaten Ciamis mencatat 83 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dengan jumlah korban mencapai ratusan orang.

“Fenomena ini harus menjadi perhatian bersama. Perkembangan teknologi jangan sampai dimanfaatkan untuk hal-hal yang merusak masa depan generasi muda,” katanya.

Peran Strategis Sekolah

Menurut Herdiat, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter sekaligus membangun kemampuan siswa mengelola keuangan sejak usia dini.

Ia berharap para guru dapat menyampaikan pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi masa depan.

Ia mengaitkan upaya tersebut dengan visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, cita-cita melahirkan generasi unggul tidak dapat diwujudkan secara instan.

Melainkan harus dibangun melalui program yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

“Generasi Emas 2045 harus dipersiapkan mulai sekarang. Selain mengatasi stunting, kita juga harus membangun karakter, mental, dan kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herdiat juga menekankan pentingnya budaya gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan di Kabupaten Ciamis.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, ia menyebut partisipasi masyarakat menjadi modal terbesar untuk menghadirkan berbagai prestasi.

Ia mencontohkan Kelurahan Sindangrasa yang berhasil menjadi kelurahan terbaik di Jawa Barat meski hanya memiliki anggaran sekitar Rp280 juta per tahun.

Menurutnya, capaian tersebut mampu mengungguli daerah-daerah yang memiliki anggaran miliaran rupiah karena kuatnya kolaborasi dan partisipasi masyarakat.

Herdiat juga menyinggung keberhasilan Kabupaten Ciamis meraih predikat kota kecil terbersih di tingkat ASEAN.

Prestasi itu, kata dia, lahir dari kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah tanpa harus bergantung pada anggaran besar.

“Kekuatan terbesar Ciamis adalah gotong royong masyarakatnya. Membangun fisik itu relatif mudah jika ada anggaran, tetapi membangun karakter masyarakat membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen harus bersama-sama membangun generasi yang berakhlakul karimah,” katanya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *