banner 720x220
News  

Program GENIUS Digelar di Ciamis, OJK Libatkan Guru Bangun Literasi Keuangan Pelajar

Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) OJK Tasikmalaya di Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)
Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) OJK Tasikmalaya di Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)

CIAMIS,Kondusif.com,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menggandeng Komisi XI DPR RI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, serta dunia pendidikan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026), diikuti kepala sekolah dan tenaga pendidik jenjang SD hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Ciamis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, anggota DPRD Jawa Barat Heri Rafni Kotari, jajaran Komisi XI DPR RI, pimpinan Bank BJB, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, kepala OPD, serta ratusan tenaga pendidik.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, program GENIUS merupakan agenda khusus OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, terutama di lingkungan sekolah.

Menurut dia, keberhasilan program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab OJK, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan literasi dan inklusi keuangan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya OJK. Peserta didik menjadi penerima manfaat utama sehingga guru dan sekolah memiliki peran penting dalam membangun pemahaman keuangan sejak dini,” ujar Nofa.

Marak Penipuan Digital

Ia mengungkapkan, maraknya penipuan digital dan investasi ilegal menjadi tantangan serius di wilayah Priangan Timur.

OJK Tasikmalaya, kata dia, telah menemukan sedikitnya enam kasus investasi ilegal yang telah dilaporkan kepada Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal untuk diproses lebih lanjut.

“Masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal. Karena itu edukasi harus terus diperkuat agar masyarakat lebih waspada sebelum menanamkan dana,” katanya.

Nofa juga memaparkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) per 31 Mei 2026 yang mencatat sebanyak 166.258 laporan dugaan penipuan transaksi keuangan dengan total kerugian mencapai Rp3,4 triliun.

Angka tersebut, menurut dia, menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Ia mengapresiasi dukungan Komisi XI DPR RI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, seluruh kepala sekolah, para guru, Bank BJB, dan berbagai pihak yang ikut menyukseskan program GENIUS.

Jadi Kebutuhan Mendesak

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menilai gerakan edukasi keuangan inklusif menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurut dia, teknologi digital memang memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai ancaman apabila tidak dimanfaatkan secara bijak.

“Digitalisasi memberikan manfaat yang sangat besar, tetapi dampak negatifnya juga tidak kalah besar. Karena itu kita harus mampu memilih dan memilah mana yang bermanfaat dan mana yang harus dijauhi,” ujar Herdiat.

Ia menyoroti meningkatnya persoalan judi online dan pinjaman online yang kini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN).

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *