“Kalau jadwal tidak dikembalikan sesuai hasil kesepakatan, lebih baik distribusi air dihentikan daripada menerapkan kebijakan yang dinilai tidak adil bagi petani Manonjaya,” tegasnya.
Keberatan serupa disampaikan perwakilan APDESI Manonjaya.
Mereka meminta pemerintah mengusut penyebab perubahan jadwal distribusi air tersebut.
“Kalau memang ada pihak yang bermain dalam penentuan jadwal ini, harus segera diungkap. Kami juga berencana menyampaikan surat kepada Gubernur Jawa Barat agar persoalan ini mendapat perhatian dan solusi,” kata perwakilan APDESI Manonjaya.
Sementara itu, Kepala Desa Manonjaya, Eri, mengusulkan seluruh pihak mendatangi Balai UPTD Wilayah Citanduy.
Langkah itu dinilai perlu dilakukan agar persoalan distribusi air dapat diselesaikan melalui musyawarah.
Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Aep mengatakan hasil pengecekan di kawasan DI Cimulu menunjukkan aliran air hingga kini belum masuk ke wilayah Manonjaya.
Ia berharap distribusi air segera kembali normal sehingga kebutuhan irigasi petani terpenuhi.
Dengan demikian, pelaksanaan Musim Tanam II dapat berjalan sesuai rencana dan risiko gagal panen bisa dihindari.














