Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat, terutama para pelaku usaha di Ciamis, perlu terlibat agar klub memiliki fondasi finansial yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami ingin mengajak para pengusaha lokal yang memiliki kecintaan terhadap sepak bola untuk bersama-sama mendukung PSGC. Klub sebesar ini tidak mungkin dibangun sendirian,” katanya.
Selain mengajak dunia usaha, Persib juga berharap masyarakat memberikan dukungan nyata dengan memenuhi Stadion Galuh setiap pertandingan kandang, membeli tiket resmi, serta menggunakan merchandise orisinal PSGC maupun Persib.
Menurut Adhitia, budaya tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Persib berkembang menjadi klub profesional dengan basis suporter yang kuat.
“Kenapa Persib bisa berkembang? Karena semua merasa memiliki klub ini. Mereka datang ke stadion, membeli jersey original, dan berkontribusi sesuai kapasitasnya masing-masing. Budaya seperti itu yang ingin kami bangun bersama di Ciamis,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Persib juga berencana membuka gerai resmi penjualan merchandise di Ciamis.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memudahkan suporter mendapatkan produk resmi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui aktivitas sepak bola.
Adhitia optimistis kolaborasi antara Persib, PSGC, pemerintah daerah, pengusaha, dan suporter akan menjadi modal penting untuk membangun klub yang sehat, profesional, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Ciamis.














