Tasikmalaya,Kondusif.com,- Malam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RW 003, Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, tak hanya diisi hiburan. Muda-mudi setempat menghidupkan beragam kesenian Sunda melalui pentas seni yang berlangsung hingga tengah malam, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan RM Nemplok Hejo Kalapadua itu berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 01.00 WIB.
Sejumlah sanggar di wilayah RW 003 bergabung untuk menampilkan kesenian tradisional di hadapan warga.

Pencak silat, jaipongan, angklung buncis, hingga sisingaan tampil bergantian.
Namun, perhatian warga semakin besar ketika pertunjukan ebleg atau kuda lumping mulai disiapkan.
Ketua Panitia Pelaksana, Saiful Maulana, mengatakan pentas seni tersebut menjadi agenda rutin dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.
Tahun ini, panitia memilih konsep kolaborasi agar lebih banyak sanggar dan pelaku seni dapat terlibat.
“Di satu RW 003 ini ada beberapa sanggar, sekitar lima. Jadi, kita melakukan pentas seni dengan penggabungan atau kolaborasi untuk memperkenalkan seni tradisi yang ada di daerah, melestarikan budaya, mempererat silaturahmi, sekaligus mengenalkan tradisi yang hampir punah,” ujar Saiful.
Ebleg jadi pertunjukan yang ditunggu

Manonjaya memiliki tradisi kesenian yang cukup kuat.
Karena itu, pertunjukan ebleg atau kuda lumping menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan warga.
Saiful mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kesenian lokal masih tinggi.
Namun, ia menilai tradisi tersebut tetap perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak berhenti pada generasi yang sudah lebih dahulu mengenalnya.
“Kalau dalam pentas seni, antusiasnya pasti banyak karena di Manonjaya memang sudah terkenal dengan kesenian. Salah satu yang ditunggu-tunggu itu ebleg atau kuda lumping, tetapi sebelum itu juga banyak kesenian lain yang ditampilkan,” katanya.














