CIAMIS,Kondusif.com,- Para pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Ciamis meminta kepolisian memperkuat patroli malam. Mereka menilai kehadiran polisi diperlukan di sejumlah titik yang rawan kejahatan jalanan, terutama karena sebagian pengemudi masih beraktivitas hingga larut malam.
Aspirasi itu disampaikan Komunitas Ojol Kamtibmas Kabupaten Ciamis saat bertemu Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar di Rumah Makan Zorojoy, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Pertemuan berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 12.40 hingga 13.45 WIB.
Sekitar 20 perwakilan ojol hadir bersama Kapolres Ciamis, Kasat Intelkam, KBO Sat Intelkam, dan Kanit Regident Satlantas.
Bagi para pengemudi ojol, persoalan keamanan bukan perkara yang jauh dari keseharian.
Mobilitas mereka membuat para pengemudi kerap berada di jalan ketika aktivitas warga mulai sepi.
Karena itu, mereka meminta polisi memberi perhatian lebih pada keamanan malam hari, termasuk mengantisipasi aksi geng motor dan kejahatan jalanan.
Ojol jadi mata dan telinga di jalan
Kapolres Ciamis mengatakan kepolisian terbuka terhadap masukan masyarakat.
Ia menilai informasi dari warga dapat membantu polisi membaca situasi di lapangan sekaligus menentukan langkah pencegahan.
“Kami akan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan upaya dalam memberantas kejahatan jalanan,” kata Eko.
Menurut dia, Polres Ciamis mengandalkan Tim Maung Galuh untuk melakukan patroli dan mencegah gangguan keamanan pada malam hari.
“Aspirasi dari komunitas ojol akan kami terima, teruskan dan tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Eko juga melihat komunitas ojol memiliki posisi strategis. Para pengemudi berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain setiap hari sehingga mereka dapat mengetahui kondisi jalan dan lingkungan secara langsung.
Informasi tersebut, kata dia, dapat menjadi pintu masuk bagi polisi untuk merespons lebih cepat apabila terjadi gangguan keamanan.














