banner 720x220

Nuraeni dan Sari Tak Menyerah Melawan Kanker, Dukungan YKI Ciamis Jadi Penguat Perjuangan

Oplus_16908288

CIAMIS,Kondusif.com — Di balik santunan yang diberikan kepada para pasien kanker di Kabupaten Ciamis, tersimpan kisah perjuangan panjang untuk tetap bertahan, menjaga harapan dan melanjutkan kehidupan.

Salah satunya datang dari Nuraeni (29), warga Kecamatan Purwadadi yang merupakan ibu dari seorang anak. Ia menjadi salah satu penerima santunan dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Ciamis.

Bagi Nuraeni, bantuan yang diterimanya bukan sekadar materi. Bantuan berupa uang dan sembako tersebut sangat berarti bagi dirinya dan keluarga, terutama dalam membantu meringankan beban kehidupan di tengah perjuangannya menghadapi penyakit.

Nuraeni menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ciamis, YKI Cabang Ciamis, Baznas Ciamis, tenaga kesehatan, kader PKK serta seluruh pihak dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian kepadanya dan pasien lain yang menghadapi kondisi serupa.

Kepada Media Kondusif, Nuraeni menceritakan bagaimana dirinya berusaha tetap kuat menghadapi penyakit yang dideritanya.

Menurutnya, kanker memang menjadi ujian yang tidak ringan. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah dan terus berikhtiar menjalani kehidupan bersama keluarga.

“Kalau kita kuat dan tabah serta terus berikhtiar, semua pasti ada solusi. Meski vonis dengan jenis penyakit yang menyeramkan seperti kanker, kalau kita tetap semangat dan terus berjuang, insyaallah kita bisa sehat dan panjang umur,” ungkap Nuraeni.

Ia juga mengajak sesama pasien kanker agar tidak kehilangan keyakinan. Menurutnya, selain menjalani pengobatan dan mengikuti arahan tenaga medis, kekuatan mental dan semangat untuk sembuh juga menjadi bagian penting dalam menjalani setiap proses.

“Yakinkan kepada Sang Pencipta bahwa semua penyakit ada obatnya dan akan sembuh. Yang penting kita kuat dan berikhtiar, mengikuti arahan medis. Insyaallah kita panjang umur,” tegasnya.

Perjuangan Nuraeni bukan tanpa konsekuensi. Sekitar satu tahun lalu, ia menjalani tindakan medis berupa pengangkatan sel telur dan kemudian mendapat informasi mengenai kemungkinan tidak dapat memiliki anak lagi.

Namun, bersama suami dan anaknya, Nuraeni memilih menerima kondisi tersebut dengan lapang dada.

“Kami bersama keluarga, suami dan anak, ridho atas segalanya, karena itu merupakan yang terbaik,” tuturnya.

Foto:Nuraeni Didampingi Tm Penggerak PKK Kecamatan Purwadadi saat diwawancarai awak media
Foto:Nuraeni Didampingi Tm Penggerak PKK Kecamatan Purwadadi saat diwawancarai awak media Kondusif.com

Di tengah perjalanan tersebut, Nuraeni mengaku banyak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan kader PKK. Pendampingan, motivasi, tenaga, pikiran hingga bantuan materi yang diberikan menjadi penguat bagi dirinya untuk tetap menjalani kehidupan.

“Kepada para petugas kesehatan dan ibu-ibu PKK, saya mengucapkan terima kasih. Selama ini telah membantu tenaga, pikiran dan materi serta memberikan motivasi dan pendampingan agar kami kuat. Semoga Sang Pencipta membalasnya dengan pahala dan kebaikan,” katanya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *