banner 720x220

Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia, Bupati Ciamis Dorong Galuh Jadi Rumah Nilai Perdamaian

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya sambutan di Milangkala ke-17 Gong Perdamaian
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya sambutan di Milangkala ke-17 Gong Perdamaian

Ia bahkan mengusulkan agar para duta besar negara-negara yang memiliki hubungan dengan konflik internasional diundang ke Ciamis.

Ia menyebut sejumlah pemimpin dunia dalam konteks konflik geopolitik, antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta Ayatollah Ali Khamenei dari Iran.

Herdiat berharap Ciamis dapat menjadi salah satu tempat untuk menyuarakan perdamaian.

Menurut dia, pesan tersebut dapat disampaikan melalui para duta besar yang berada di Indonesia agar gagasan perdamaian dari Galuh bisa diteruskan kepada pemerintah negara masing-masing.

“Duta-duta besar negara yang ada di Indonesia, yang ada di Jakarta, diundang ke sini. Paling tidak mampu menyampaikan kepada para pemimpinnya sehingga betul-betul tercipta kedamaian yang abadi,” ujar Herdiat.

Ia menilai konflik bersenjata tidak hanya berdampak terhadap negara yang terlibat langsung.

Gejolak geopolitik juga dapat merembet ke negara lain melalui berbagai sektor, termasuk ekonomi.

Herdiat mencontohkan kenaikan harga bahan bakar minyak dan berbagai kebutuhan masyarakat sebagai salah satu dampak yang dirasakan secara luas.

Kondisi tersebut, menurut dia, pada akhirnya dapat memengaruhi perputaran ekonomi di Indonesia.

Karena itu, ia ingin pesan perdamaian tidak berhenti di pelataran Gong Perdamaian Dunia.

Ciamis, kata dia, perlu mengambil peran dengan menjadikan sejarah Galuh sebagai pijakan untuk menyampaikan pesan damai kepada dunia.

Perdamaian Ditanamkan Sejak Dini

Herdiat juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut.

Panitia melibatkan pelajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar dan menengah pertama.

Menurut dia, langkah tersebut penting karena budaya damai tidak bisa dibentuk secara instan.

Nilai toleransi, persahabatan, dan penghormatan terhadap perbedaan perlu diperkenalkan sejak usia dini.

“Perdamaian itu tidak instan, tidak mudah. Harus tercipta sejak usia dini masyarakat kita, khususnya Kabupaten Ciamis, betul-betul menjadi masyarakat yang cinta damai,” katanya.

Ia kemudian mengajak masyarakat menjadikan Ciamis sebagai rumah bagi nilai-nilai perdamaian sekaligus tempat belajar sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis.

“Jadikan Ciamis sebagai rumah nilai perdamaian, tempat belajar sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis,” ujar Herdiat.

Ia berharap generasi muda Ciamis kelak menjadi pewaris perdamaian, bukan pewaris konflik.

Setelah sambutan Bupati Ciamis, acara dilanjutkan dengan pemukulan Gong Perdamaian Dunia oleh Herdiat bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan yang hadir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pemrakarsa Gong Perdamaian Dunia, Anton Caryan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Ciamis, pimpinan organisasi perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, budayawan, akademisi, tokoh masyarakat, duta perdamaian, serta tamu undangan lainnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *