Ahli waris, H. Helmi, melanjutkan proses pembangunan tersebut dengan dukungan sejumlah pihak dan donatur.
Kini, bangunan itu dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah sekaligus ruang untuk berbagai kegiatan keagamaan.
Jangan berhenti pada bangunan
Ketua Umum Pimpinan Persis Kabupaten Ciamis Dr. KH. Jeje Zaenudin mengatakan pembangunan masjid seharusnya tidak berhenti ketika bangunan selesai.
Dalam tausyiahnya, ia mendorong masyarakat untuk memakmurkan masjid melalui kegiatan pendidikan dan pembinaan umat.
Dengan begitu, masjid tidak hanya ramai saat waktu salat, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Gagasan tersebut sejalan dengan harapan Kapolres Ciamis.
Eko menilai kegiatan keagamaan dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Karena itu, kehadiran polisi dalam kegiatan peresmian tersebut tidak semata untuk menjaga keamanan acara.
Pertemuan itu juga menjadi ruang bagi kepolisian untuk mempererat komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga.
Masyarakat Dusun Cimara menyambut kehadiran jajaran Polres Ciamis.
Warga menilai hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat diperlukan agar keamanan lingkungan dapat dijaga bersama.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kapolres dan jajaran kepolisian. Dengan adanya polisi, kegiatan berjalan lebih tertib dan kami merasa aman,” ujar salah seorang warga.
Ia juga berharap komunikasi antara masyarakat, tokoh agama dan kepolisian terus terjaga.
Setelah peresmian, Masjid Aisyah kini memiliki tugas yang lebih panjang: menghidupkan kegiatan keagamaan dan memperkuat hubungan antarwarga.
Sementara bagi kepolisian, ruang-ruang seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dari lingkungan paling dekat.
Selama peresmian berlangsung, kegiatan juga berjalan aman dan kondusif.














