Mereka harus menunjukkan kemampuan secara menyeluruh agar dapat menjadi bagian dari regu yang akan membawa nama Kwarran Manonjaya pada kompetisi berikutnya.
Proses itu sekaligus menguji mental peserta. Mereka harus berani tampil, teliti menjalankan instruksi, dan disiplin menyelesaikan seluruh tahapan perlombaan.
Bukan sekadar mencari juara
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan.
Mereka mengikuti setiap tahapan dengan semangat, sementara suasana kompetisi berpadu dengan kegiatan pembinaan dan kebersamaan.
Bagi Kwarran Manonjaya, pengalaman semacam itu tidak kalah penting dari hasil perlombaan.
Melalui LT II, peserta belajar menghadapi tekanan kompetisi sekaligus memahami arti kerja sama dan tanggung jawab.
Nining berharap pengalaman selama kegiatan tidak berhenti ketika perlombaan selesai.
Peserta diharapkan membawa nilai-nilai yang mereka peroleh kembali ke sekolah dan lingkungan masing-masing.
“Harapan ke depannya, semoga anak-anak ini dapat memanfaatkan hasil dari kegiatan ini dan menjadi suatu pengalaman yang berharga di dalam dirinya,” katanya.
LT II Pramuka 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar ajang mencari regu terbaik.
Kegiatan ini menjadi tahapan pembinaan sekaligus pintu bagi anggota Pramuka Manonjaya untuk mengukur kemampuan sebelum menghadapi kompetisi di tingkat Kwarcab.














