banner 720x220

Longsor Putuskan Jalan Gardu-Ciilat, Pemkab Ciamis Siapkan Jembatan sebagai Solusi Permanen

Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak memaksakan diri melewati titik longsor dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Jalan Tak Sekadar Diperbaiki, Jembatan Disiapkan

Penanganan permanen menjadi tantangan tersendiri karena kondisi topografi di lokasi mengalami perubahan signifikan setelah longsor.

Taufik menjelaskan, kondisi tersebut membuat pembangunan kembali jalan dengan pola seperti sebelum bencana tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.

Pemerintah Kabupaten Ciamis kini menyiapkan alternatif pembangunan jembatan penghubung pada lokasi terdampak.

Namun, rencana tersebut terlebih dahulu harus melalui tahapan penyelidikan kondisi tanah dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis pembangunan.

“Penanganan permanen tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena kondisi topografi sudah berubah akibat longsor dan masih diperlukan kajian teknis,” jelas Taufik.

Untuk Saluran Irigasi DI Nanggela, pemerintah juga menyiapkan opsi perubahan trase saluran dengan mempertimbangkan kondisi medan setelah terjadi longsor. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi sistem pengairan sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi lapangan yang baru.

Bupati: Keselamatan Warga Menjadi Prioritas

Foto: Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya Bersama Unsur Forkopimda Ciamis Saat Meninjau Secara Langsung Jalan Gardu- Ciilat Akibat Longsor di Wilayah Kecamatan Cipaku
Foto: Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya Bersama Unsur Forkopimda Ciamis Saat Meninjau Secara Langsung Jalan Gardu- Ciilat Akibat Longsor di Wilayah Kecamatan Cipaku

Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan akses warga.

“Kami meminta jajaran terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat, tetapi untuk penanganan permanen harus berdasarkan kajian teknis yang tepat. Kondisi lokasi sudah berubah akibat longsor, sehingga solusi yang dibangun harus aman dan dapat memberikan akses yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Herdiat.

Pemerintah Kabupaten Ciamis juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap langkah penanganan sesuai dengan kondisi teknis di lapangan.

Masyarakat sekitar diminta tidak mendekati titik longsor, mengingat masih terdapat potensi pergerakan tanah. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan retakan, pergerakan tanah, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan penanganan bencana akan disampaikan melalui saluran informasi resmi pemerintah daerah.

Bencana tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan infrastruktur pascalongsor tidak cukup hanya dengan memulihkan akses secara cepat. Keselamatan konstruksi, kondisi geologi, sistem pengairan, serta keberlanjutan akses masyarakat harus menjadi satu kesatuan dalam menentukan solusi.

Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, keselamatan warga menjadi pijakan utama, sementara kajian teknis menjadi dasar agar infrastruktur yang dibangun kembali bukan hanya dapat digunakan, tetapi juga mampu menghadapi kondisi medan secara lebih aman dan berkelanjutan.***

Reporter: Hasna Ismie Lutfiyah

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *