Ciamis,Kondusif.com,- Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Ciamis-Pangandaran resmi mengambil peran strategis dalam peta pengawasan pemilu. Hal ini ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Bawaslu Kabupaten Ciamis terkait pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi, Senin (11/5/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivis perempuan mahasiswa tidak ingin lagi hanya menjadi penonton atau objek politik, melainkan menjadi subjek yang menjaga integritas demokrasi.
Wakil Ketua II Bidang Eksternal KOPRI PC PMII Ciamis-Pangandaran, Intan Nur Permatasari, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan muda dalam pengawasan pemilu adalah sebuah keharusan.
Menurutnya, perempuan memiliki sensitivitas lebih dalam mengawal isu-isu krusial di lapangan.
”Kami ingin memastikan demokrasi kita inklusif. Perempuan bukan hanya pelengkap kuota, tapi penggerak pendidikan politik. Lewat MoU ini, KOPRI siap menjadi garda depan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di ruang sosial maupun digital,” ujar Intan dalam keterangannya.
Targetkan Politik Tanpa Kekerasan Gender
Salah satu poin krusial yang diincar KOPRI dalam kerja sama ini adalah perlindungan perempuan di ruang politik.
Intan menyoroti masih adanya kerentanan perempuan terhadap kekerasan berbasis gender selama tahapan pemilu.














