Ketua RW setempat mengatakan Ukim selama ini dikenal sebagai Ketua RT yang aktif dan peduli terhadap masyarakat.
Ia kerap berada di depan ketika warga menggelar kegiatan lingkungan.
“Ukim merupakan RT yang rajin dan selalu terdepan dalam kegiatan kebersihan lingkungan. Ia selalu memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar,” ujarnya.
Kini, posisi itu berbalik. Ukim yang sebelumnya mengajak warga bergerak dalam berbagai kegiatan lingkungan justru harus beristirahat di rumah karena kondisi kesehatannya.
Camat Siapkan Kendaraan untuk Berobat
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Rajadesa. Camat Rajadesa Nandang Nugraha mengatakan pemerintah kecamatan siap membantu Ukim, terutama ketika harus menjalani perawatan medis.
Menurut Nandang, kondisi fisik Ukim membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Karena itu, ia meminta persoalan transportasi tidak menjadi hambatan bagi keluarga ketika harus membawa Ukim ke fasilitas kesehatan.
Nandang mempersilakan keluarga menggunakan mobil operasional camat apabila membutuhkan kendaraan untuk membawa Ukim berobat.
“Pami tiasa di gentos mah, silakan gunakan mobil operasional camat,” ujar Nandang saat menjenguk Ukim.
Dalam kunjungan tersebut, Nandang juga menyerahkan bantuan kepada Ukim sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
Selain pemerintah kecamatan dan desa, Puskesmas Rajadesa serta sejumlah pihak lainnya turut memberikan perhatian kepada keluarga Ukim.
Bantuan dari IPJI Ciamis

Kepedulian terhadap kondisi Ukim juga datang dari Ketua Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Kabupaten Ciamis, M. Rifai.
Dalam kesempatan yang sama, Rifai menyerahkan bantuan untuk membantu meringankan kebutuhan hidup Ukim dan keluarganya.
Rifai mengatakan persoalan kemanusiaan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.
Menurut dia, kepedulian dapat diwujudkan melalui bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
“Urusan kemanusiaan merupakan tugas kita bersama. Tidak melihat kecil atau besarnya, tetapi rasa persaudaraannya,” kata Rifai.
Ia mengatakan kondisi Ukim saat ini membutuhkan perhatian bersama.
Bantuan yang diberikan, kata dia, diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi kebutuhan pengobatan sekaligus kebutuhan sehari-hari.
“Saat ini Ukim betul-betul harus dibantu. Tentunya dengan semangat kebersamaan akan meringankan sedikit beban hidupnya,” ujarnya.
Sementara itu, keluarga masih berupaya mencari jalan agar Ukim bisa mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, bantuan datang dari berbagai arah.
Pemerintah desa memberikan bantuan sosial, pemerintah kecamatan menyiapkan kendaraan operasional untuk kebutuhan berobat, sementara warga dan sejumlah pihak ikut memberikan dukungan.
Bagi keluarga Ukim, dukungan tersebut menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari mengupayakan pengobatan bagi Ukim.














