Dalam sarasehan kali ini, sekitar 100 organisasi diundang untuk mengikuti kegiatan.
Jumlah tersebut menjadi salah satu alasan bagi Kesbangpol untuk memperkuat pola komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan.
Pemerintah tidak hanya ingin mengetahui aktivitas organisasi, tetapi juga membuka ruang agar aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat dapat tersampaikan.
Yadi juga berharap keberadaan ratusan ormas tersebut dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurut dia, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan masyarakat.
“Harapannya mudah-mudahan ormas yang ada di Kabupaten Ciamis ini bisa terus secara aktif berpartisipasi dalam rangka memajukan Kabupaten Ciamis yang lebih baik lagi dan lebih bersih lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, mengatakan penguatan peran organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu hal yang dibahas dalam sarasehan tersebut.
Ia mendorong setiap organisasi menggunakan kemampuan dan kapasitasnya untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
Andang juga menilai kontribusi terhadap daerah tidak selalu membutuhkan modal besar.
Setiap kelompok, kata dia, dapat mengambil peran sesuai kemampuan yang dimiliki.
“Bagaimana kita punya kemampuan, ya, punya kapasitas, kita gunakan sebagai karya-karya terbaik untuk membangun Ciamis, Jawa Barat, dan Indonesia,” kata Andang.
Dengan konsep pertemuan yang lebih informal, Kesbangpol berharap komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan tidak berhenti di ruang-ruang pertemuan resmi.
Gagasan camping itu diarahkan menjadi ruang interaksi yang memungkinkan pemerintah dan ormas saling bertukar informasi sekaligus menyerap aspirasi secara lebih leluasa.














