Melalui lagu-lagu tersebut, warga binaan ingin menyuarakan bahwa di dalam Lapas, hak mereka untuk berkarya sama sekali tidak dikebiri.
Pihak petugas justru terus mendorong dan mengarahkan mereka untuk selalu berkreasi.
Tak Hanya Musik, Ada Pameran Roti hingga Alat Pancing
Selain di bidang seni musik, ruang kreativitas di Lapas Ciamis juga menyasar pada pembinaan kemandirian ekonomi.
Bersamaan dengan acara pra-launching album, Lapas Ciamis memamerkan berbagai produk hasil karya warga binaan yang bekerja sama dengan komunitas Insan Residivis Ciamis.
”Kita mencoba mengenalkan karya narapidana, berupa pancing dan seperangkatnya, lalu ada roti, dan sebagainya. Itu merupakan pembinaan kemandirian yang saat ini sedang kita galakkan di sini,” jelasnya.
Di akhir kalimatnya, Supriyanto mengajak masyarakat luas untuk membuka mata dan memberikan kesempatan kedua bagi para warga binaan yang sedang menebus kesalahan mereka.
”Jadikanlah ini pembelajaran buat kita semuanya, semua orang juga punya salah. Tapi di dalam penjara, saya yakin setelah keluar mereka akan berkarya dan mempunyai talenta untuk berkembang menjadi lebih baik dari kemarin,” pungkas Supriyanto.














