banner 720x220
News  

Kalapas Ciamis: Penjara Bukan Tempat Penyiksaan, tapi Ruang Kreativitas

Ciamis,Kondusif.com,- Sebuah pesan kuat keluar dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis. Stigma penjara sebagai tempat yang menyeramkan dan penuh siksaan kini berusaha diruntuhkan lewat pembuktian karya nyata dari para warga binaan.

​Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menegaskan bahwa fungsi Lapas saat ini telah berubah seiring dengan fokus pada pembinaan kemandirian.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela acara Pra-Launching Album Lapas Ciamis dan Penyuluhan Narkoba yang digelar pada Senin (18/5/2026).

​”Harapan saya, mari kita sama-sama bekerja sama membumikan bahwa penjara itu bukan tempat penyiksaan, tapi tempat pembinaan, tempat kemandirian, dan kreativitas. Maka, penjara jangan dijadikan momok,” tegas Supriyanto saat ditemui di Lapas Ciamis, Senin (18/5/2026).

​Bukti Nyata: Lahirkan Album Musik dalam 2 Minggu

​Pernyataan Supriyanto bukan sekadar isapan jempol. Pihak Lapas membuktikannya dengan memfasilitasi peluncuran album bertajuk “Harmoni Tanpa Batas, Suara Tak Terpenjara”.

Luar biasanya, 10 lagu dalam album tersebut berhasil dirampungkan hanya dalam waktu dua minggu oleh warga binaan dan langsung diganjar penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI).

​Tidak hanya itu, lagu-lagu tersebut juga dinyanyikan secara kolaborasi dengan deretan artis papan atas nasional. Salah satu lagu andalannya berjudul “Untuk Indonesia”.

​”Saya merasa senang dan bangga karya narapidana bisa dinyanyikan oleh artis papan atas. Ternyata narapidana tidak jelek-jelek amat, mereka berkarya dan punya talenta yang harus kita hargai dan kembangkan di sini,” kata Supriyanto.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *