Pada 20 Juni, fungsi organ tubuhnya kembali menurun sehingga dokter melanjutkan hemodialisis di ruang isolasi.
Selama periode 21 hingga 28 Juni 2026, Abdul Mubarok tetap menjalani perawatan intensif di ICU dalam kondisi menggunakan ventilator.
Namun, kondisi kesehatannya terus mengalami penurunan.
Indonesia Medical Mission Jelaskan Penyebab

(Dok, foto. Istimewa)
Hingga akhirnya, pada Minggu (28/6/2026) pukul 18.10 waktu Arab Saudi, Abdul Mubarok mengalami henti jantung dan dinyatakan meninggal dunia di ICU King Fahd Hospital, Madinah.
Berdasarkan sertifikat kematian yang diterbitkan Indonesian Medical Mission, penyebab langsung kematian adalah hipovolemic shock yang dipicu oleh heat stroke.
Sementara itu, hipertensi menjadi kondisi penyerta yang turut memperburuk keadaan pasien.
Nana Supriatna menambahkan, jenazah Abdul Mubarok dimakamkan di Pemakaman Baqi (Jannatul Baqi), Madinah.
Pemakaman yang berada tepat di sebelah Masjid Nabawi itu dikenal sebagai salah satu pemakaman paling bersejarah dalam Islam karena menjadi tempat peristirahatan terakhir ribuan sahabat Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, serta penduduk Madinah.
Menurut Nana, dimakamkannya almarhum di Jannatul Baqi menjadi sebuah kemuliaan dan penghibur bagi keluarga yang ditinggalkan.
Oleh karena itu, Nana mengajak masyarakat, khususnya keluarga almarhum, untuk mendoakan agar amal ibadah Abdul Mubarok diterima Allah SWT dan memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Abdul Mubarok. Semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal ibadah hajinya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” pungkasnya.














