CIAMIS,Kondusif.com,– Budaya Kelapa Ciamis Tolak Sawit,- Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis (DKKC) mengambil sikap tegas dalam upaya menjaga identitas lingkungan dan budaya lokal.
Melalui gelaran Sawala Ageung yang berlangsung di Aula Karangkamulyan, Minggu (18/1/2026) DKKC secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap larangan penanaman sawit di Jawa Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Ciamis.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Ketua DKKC Ciamis, Iyat Rospia Brata, menegaskan bahwa kelapa bukan sekadar tanaman biasa bagi masyarakat Ciamis.
Kelapa merupakan napas sejarah dan identitas yang telah melekat sejak era kepemimpinan Eyang Perbu.
”Ciamis sejak dulu kala memiliki budaya menanam kelapa. Bahkan, tanaman ini sempat menjadi komoditas utama di masa Eyang Perbu menjabat sebagai Bupati,” ujar Kang Iyat, sapaan akrabnya.
Budaya Kelapa Ciamis Tolak Sawit, Mengakar di Logo, Hidup di Nadi
Lebih lanjut, Kang Iyat menjelaskan bahwa kelapa telah menjadi simbol resmi Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, membiarkan ekspansi kelapa sawit masuk ke Tatar Galuh sama saja dengan mengikis ciri khas daerah.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat kembali menghidupkan tradisi menanam kelapa sebagai bentuk pelestarian budaya sejak dini.
Selaras dengan hal tersebut, Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiana, turut menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil diskusi ini.














