Saking antusiasnya, Dadang langsung melempar janji segar untuk mendukung ekosistem seni ini.
Ia juga memastikan Pemkab Bandung siap menggelar agenda budaya yang lebih masif dalam waktu dekat.
”Insyaallah, setelah semester kedua dan APBD Perubahan 2026, kami akan menggelar Festival Seni dan Budaya yang dibagi dalam tiga episode, yaitu pada bulan Agustus, Oktober, dan puncaknya di akhir tahun 2026,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan.
Di tempat yang sama, Ketua Harian DPP PSSP Jabar, NR. Hj. Siti Maryanti, S.E., M.M., mengingatkan bahwa urusan merawat tradisi bukan cuma tugas kaum seniman semata.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus ikut turun tangan.
”Pelestarian budaya itu butuh kerja keroyokan, butuh keterlibatan semua pihak. Seni dan budaya Sunda ini warisan tak ternilai harganya. Kita harus jaga bersama agar tetap hidup dan terus berkembang di masyarakat,” tutur Siti Maryanti.
Melalui gelaran akbar ini, PSSP Jabar juga berharap bara semangat mencintai budaya Sunda semakin menyala di hati generasi muda.
Siti pun menutup acara dengan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkeringat menyukseskan acara.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kebersamaan dan spirit melestarikan budaya Sunda ini tidak pernah padam,” pungkasnya.
(Heni Nurhaeni/kondusif.com)














