Kemudian, profesionalisme dan transparansi dalam setiap program yang dijalankan.
Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dan ingin mengetahui secara jelas bagaimana dana zakat yang mereka titipkan dikelola dan disalurkan.
Oleh sebab itu, penguatan tata kelola dan transparansi harus menjadi prioritas utama agar kepercayaan publik terus meningkat.
“Tinggal bagaimana sekarang kita mampu me-manage, meyakinkan masyarakat. Salah satunya melalui transparansi dan profesionalisme sehingga masyarakat percaya,” tegasnya.
Herdiat mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar yang harus dijaga oleh BAZNAS.
Semakin tinggi tingkat kepercayaan publik, semakin besar pula peluang untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak dan sedekah di Kabupaten Ciamis.
Kepengurusan Baru Ditantang Tingkatkan Capaian
Pada kesempatan itu, Herdiat juga memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus BAZNAS periode sebelumnya.
Yang dinilai berhasil membawa BAZNAS Ciamis berkembang pesat dan meraih berbagai prestasi.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pijakan bagi kepengurusan baru untuk melangkah lebih jauh.
Ia berharap pengurus BAZNAS periode 2026-2031 mampu meningkatkan penghimpunan zakat.
Sekaligus memperluas manfaat program-program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“BAZNAS kita sudah baik, sekarang harus lebih baik lagi. Dengan kolaborasi dan kebersamaan saya yakin BAZNAS Ciamis bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan potensi zakat yang disebut mampu mencapai separuh APBD daerah.
BAZNAS Ciamis kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memperkuat kepercayaan publik.
Lalu mengoptimalkan semangat gotong royong masyarakat yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Ciamis.














