banner 720x220
News  

Herdiat: Potensi Zakat di Ciamis Bisa Capai Separuh APBD, Kuncinya Kepercayaan dan Kolaborasi

Bupagi Ciamis, Herdiat Sunarya saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis Periode 2026-2031. (Dok, foto. Kondusif.com)
Bupagi Ciamis, Herdiat Sunarya saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis Periode 2026-2031. (Dok, foto. Kondusif.com)

CIAMIS,Kondusif.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengungkapkan potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Ciamis sangat besar. Bahkan, jika mampu dihimpun secara optimal, nilainya diperkirakan bisa mencapai separuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis.

Pernyataan itu disampaikan Herdiat saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis Periode 2026-2031 dan Rapat Koordinasi serta Penguatan Kompetensi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Ciamis di Gedung Islamic Center Ciamis, Senin (22/6/2026).

Menurut Herdiat, besarnya potensi zakat tersebut menjadi peluang besar untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat berbagai program sosial dan keagamaan.

Namun demikian, potensi itu tidak akan terwujud tanpa kerja sama yang kuat antara BAZNAS, pemerintah daerah, pemerintah desa, para tokoh masyarakat, hingga para muzakki atau golongan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.

“Potensi zakat, infak dan sedekah kalau secara keseluruhan, separuh APBD kita bisa. Tinggal bagaimana bapak ibu camat, kepala desa dan UPZ bersama-sama berkolaborasi mengajak dan meyakinkan para aghniya untuk saling membantu,” ujar Herdiat.

Menurutnya, keberadaan zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

PAD Ciamis Terbatas, Gotong Royong Masyarakat Jadi Kekuatan

Dalam sambutannya, Herdiat memaparkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis masih tergolong kecil dibandingkan kebutuhan pembangunan yang harus dipenuhi setiap tahun.

Ia menyebut PAD Kabupaten Ciamis saat ini berada di kisaran Rp374 miliar.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp208 miliar digunakan untuk kebutuhan operasional rumah sakit, sehingga ruang fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk program pembangunan menjadi lebih terbatas.

“PAD kita hanya sekitar Rp374 miliar. Dari jumlah itu sekitar Rp208 miliar digunakan untuk rumah sakit. Jadi yang benar-benar bisa digunakan tidak terlalu besar,” katanya.

Meski demikian, Herdiat menilai Kabupaten Ciamis memiliki kekuatan lain yang tidak dimiliki semua daerah, yakni tingginya partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat.

Menurutnya, berbagai kegiatan sosial, pembangunan lingkungan hingga kegiatan keagamaan selama ini banyak ditopang oleh swadaya masyarakat.

Mulai dari pembangunan jalan lingkungan, gang, saluran irigasi, kegiatan peringatan hari besar Islam hingga bantuan kepada warga yang sakit, banyak dilakukan secara gotong royong tanpa tercatat dalam dokumen keuangan pemerintah.

“Kalau semua peran serta masyarakat itu dihitung dan dituangkan dalam angka, nilainya bisa jauh lebih besar dari PAD yang dimiliki pemerintah daerah,” ungkapnya.

Kepercayaan Jadi Kunci Pengelolaan Zakat

Herdiat menegaskan bahwa potensi zakat yang besar hanya bisa diwujudkan apabila masyarakat memiliki kepercayaan terhadap lembaga pengelolanya.

Karena itu, ia meminta jajaran pimpinan BAZNAS yang baru dilantik untuk terus menjaga integritas.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *