“Kalau dihitung, nilainya mencapai miliaran rupiah. Semua lahir dari gotong royong masyarakat. Ini yang membuat saya bangga,” katanya.
Herdiat menilai semangat kebersamaan seperti itu harus terus dipelihara.
Pembangunan Tidak Hanya Mengandalkan Pemerintah
Ia menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Saya selalu mengajak kita semua untuk terus membangun Ciamis bersama. Tidak bisa pemerintah berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, ulama, dunia usaha, dan seluruh masyarakat,” ucapnya.
Menurut Herdiat, jika semangat gotong royong terus dijaga, Ciamis akan semakin maju, berkembang, sekaligus mendapatkan keberkahan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Baznas, para ulama, ASN, TNI, Polri, DPRD, instansi vertikal, para dermawan, dan seluruh masyarakat yang selama ini konsisten berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk santunan bagi anak yatim di bulan Muharam.
Kegiatan Guyub Muharam Miasih Yatim Ciamis Barokah sendiri diikuti ribuan anak yatim total 2.650 penerima santunan di seluruh Kabupaten Ciamis.
Selain penyerahan santunan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.














