Ia menegaskan, ukuran kebaikan seorang manusia bukan hanya dilihat dari kemampuannya bermusik seperti tim yang baru saja mencetak rekor ORI, melainkan dari ketulusan ibadahnya.
”Paham yang saya maksudkan?” tanya Agun.
“Paham!” sahut warga binaan serempak.
”Ingat pesan saya, kalau hari ini sebagian dari saudara warga binaan mampu menciptakan rekor dan meluncurkan hal baru, apakah orang yang tidak bermain musik bisa melakukan kebaikan? Bisa! Karena ukuran kebaikan manusia tidak semata-mata dari itu saja. Ketika dia rajin ibadah melaksanakan salat lima waktu, Allah akan janjikan ketenangan batin,” urai Agun.
Pesan ini ia tujukan khusus kepada seluruh warga binaan tanpa terkecuali.
Baik yang bertugas di dapur maupun yang berada di sel blok mana pun.
Ia meminta mereka untuk menerapkan pola hidup sehat.
Dari mulai bangun di pagi hari dan beristirahat di malam hari agar terhindar dari penyakit.
Menutup sambutannya, Agun memberikan ucapan selamat sekaligus doa agar masa depan para warga binaan di Lapas Ciamis bisa jauh lebih cerah dan menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat luas.
”Ini bagi saudara yang ditempatkan di dapur atau di sel mana pun, kalau saudara menyadari, yang lalu biarlah berlalu. Jalani apa yang ada saat ini. Orang yang baik adalah orang yang bermanfaat. Selamat kepada Kalapas, selamat kepada pencipta lagu,” pungkas Agun.














