CIAMIS,Kondusif.com, — Dinamika pengisian kursi Wakil Bupati Ciamis kembali bergerak. Partai Amanat Nasional (PAN) mulai membuka komunikasi politik dengan sejumlah partai, dan Partai Golkar menjadi partai pertama yang didatangi untuk menyampaikan nama kader yang akan didorong sebagai calon Wakil Bupati Ciamis, yakni Asep Rahmat.
Kunjungan tersebut berlangsung di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Ciamis, Kamis (8/10/2026). Rombongan PAN dipimpin Ketua DPD PAN Ciamis H. Komar Hermawan dan membawa Asep Rahmat, kader internal PAN sekaligus anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Ciamis. citeturn0search0
Ketua DPD Partai Golkar Ciamis H. Trian Slamet Triyana mengatakan, kedatangan PAN kali ini merupakan kunjungan kedua dalam konteks komunikasi politik terkait pengisian kursi Wakil Bupati Ciamis.
Menurut Trian, sebelumnya PAN datang dengan membawa almarhum H. Yana D. Putra. Kini, komunikasi tersebut kembali dilanjutkan dengan membawa nama Asep Rahmat sebagai kader yang diusulkan PAN.
“Kedatangan PAN ini untuk meminta dukungan agar calon yang disusung oleh PAN mendapat dukungan kembali dari Partai Golkar,” ujar Trian.
Ia menjelaskan, kekosongan jabatan Wakil Bupati Ciamis terjadi setelah Yana D. Putra yang sebelumnya terpilih bersama Bupati Ciamis pada Pilkada 2024 meninggal dunia.
Trian mengatakan, proses pengisian jabatan tersebut telah mendapatkan dorongan dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Surat dari pemerintah pusat diteruskan kepada Gubernur Jawa Barat, kemudian kepada Bupati Ciamis, sebelum akhirnya disampaikan kepada Ketua DPRD Ciamis untuk ditindaklanjuti.
Selanjutnya, informasi tersebut disampaikan kepada pimpinan partai politik agar segera melakukan konsolidasi dan mempersiapkan calon sesuai mekanisme yang berlaku.
“Pada dasarnya Pak Bupati Ciamis sudah siap, tetapi partai-partai belum siap, dalam arti belum terkonsolidasikan dua nama,” kata Trian.
PAN Mulai Buka Komunikasi Politik
Dalam kondisi tersebut, Trian menilai langkah PAN yang mulai membawa nama Asep Rahmat menjadi bagian penting dari proses konsolidasi politik.
Meski PAN baru menyampaikan satu nama, menurutnya langkah tersebut menunjukkan adanya upaya untuk mulai mengerucutkan figur yang akan dibawa dalam proses pengisian jabatan Wakil Bupati.
Trian menegaskan, Partai Golkar sejauh ini mengambil posisi normatif dan tidak mengajukan kader internal untuk mengisi posisi tersebut.
“Tidak ada tawar-menawar. Selama ini Golkar dalam hal ini normatif. PAN yang dulu memang Pak Yana diusung oleh PAN,” ujarnya.
Ia menyebut, sejauh ini PAN menjadi partai yang secara resmi datang ke Partai Golkar untuk menyampaikan langkah politik terkait pengisian kursi Wakil Bupati.
Trian juga mempertanyakan apakah komunikasi PAN hanya akan dilakukan dengan Partai Golkar atau dilanjutkan kepada seluruh partai politik yang memiliki keterkaitan dengan proses tersebut.














