Menurutnya, jati diri desa terletak pada kerukunan warganya yang selalu kompak.
Dian pun menyelipkan harapan agar karakteristik “asri” yang melekat pada Margaluyu tetap terjaga meski modernisasi terus berjalan.
”Mugia tetap asri, warga bersatu, bahu-membahu membangun desa tercinta yang damai, aman, dan tenteram,” imbuh Dian penuh harap.
Langkah Pemerintah Desa Margaluyu ini pun mendapat suntikan semangat dari berbagai pihak.
Mulai dari energi muda Karang Taruna, jajaran unsur Kecamatan, hingga dukungan moril dari para sesepuh dan padepokan seni budaya di wilayah Manonjaya.
Kolaborasi ini menjadi modal penting bagi Margaluyu untuk menjawab tantangan zaman. Semua pihak kini merapatkan barisan dengan satu tekad yang sama.
”Kami memiliki tekad bulat untuk mewujudkan Desa Margaluyu yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera di masa depan,” pungkasnya.














