banner 720x220
News  

Gandeng Artis Papan Atas, Warga Binaan Lapas Ciamis Luncurkan Album ‘Suara Tak Terpenjara’

​Dari total 10 lagu yang diproduksi, Supriyanto membocorkan salah satu lagu andalan yang paling memikat hati.

“Salah satunya berjudul ‘Untuk Indonesia’. Itu yang paling hits dan nyaman didengar untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.

​Pesan Mendalam di Balik Nada: Kreativitas Tanpa Batas

​Supriyanto mengungkapkan, lagu “Untuk Indonesia” membawa pesan emosional tentang pembuktian diri.

Melalui bait-bait lagunya, para warga binaan ingin menyuarakan bahwa ruang gerak yang terbatas bukan berarti mematikan potensi mereka untuk memberikan yang terbaik.

​”Lagu itu bercerita tentang pemindahan identitas. Bahwa di Lapas itu mereka tidak dikebiri, tidak dipenjara kreativitasnya. Ternyata mereka masih bisa berkarya dan suara mereka didengar. Kreativitas itu enggak ada batasnya, di penjara pun bisa terbuka untuk siapa saja,” tuturnya.

​Menariknya, seluruh lagu di album ini lahir dari kreativitas seorang warga binaan yang berkolaborasi aktif dengan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Ciamis yang juga gemar bermusik. Pihak Lapas pun berkomitmen untuk terus memfasilitasi bakat-bakat terpendam ini agar terus berkembang.

​Selain meluncurkan album musik, momen ini juga menjadi ajang pameran produk kemandirian warga binaan mulai dari pembuatan alat pancing hingga rotibyang bekerja sama dengan Insan Residivis Ciamis.

​Lewat kolaborasi megah ini, Supriyanto juga berharap stigma negatif masyarakat terhadap penjara bisa perlahan luntur.

​”Mari kita sama-sama bekerja sama membumikan bahwa penjara itu bukan tempat penyiksaan, tapi tempat pembinaan, kemandirian, dan kreativitas. Jangan jadikan penjara sebagai momok. Semua orang juga punya salah, tapi yakin setelah keluar mereka akan berkarya lebih baik dari kemarin,” tutup Supriyanto.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *