Salah satunya diwujudkan melalui kebijakan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dari ASN beserta berbagai lembaga di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi regulasi melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat maupun ajaran Islam yang memerintahkan umat untuk memuliakan anak yatim.
Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa orang yang membahagiakan dan memuliakan anak yatim akan mendapat kedudukan yang dekat dengan Rasulullah di surga, sebagaimana dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.
“Momentum Guyub Muharam bukan hanya penyaluran santunan, tetapi menjadi ikhtiar masyarakat Ciamis mengetuk pintu langit melalui doa-doa anak yatim,” katanya.
Menurut Lili, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial, memperkuat kepedulian, serta mendukung terwujudnya visi Kabupaten Ciamis yang religius dan sejahtera.
Tangis Bupati Ciamis
Puncak suasana haru terjadi saat Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan sambutan.
Sebelum berbicara, ia mengajak seluruh anak yatim dan tamu undangan melantunkan Sholawat Jibril bersama-sama.
Usai bersholawat, Herdiat tampak beberapa kali meneteskan air mata ketika menyapa anak-anak yatim yang memenuhi pendopo.
“Alhamdulillah, hari ini saya sangat bahagia bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan anak-anakku tercinta, anak-anak yatim dari seluruh Kabupaten Ciamis,” ucapnya.
Herdiat mengatakan Muharam merupakan bulan istimewa yang identik dengan kasih sayang dan kepedulian.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, terutama para dermawan dan pejabat, agar terus berbagi kepada kaum dhuafa dan anak yatim, tidak hanya pada bulan Muharam.
Menurutnya, perhatian kepada anak yatim merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, ulama, para dermawan, maupun seluruh elemen masyarakat.
“Yang hadir hari ini baru 10 anak dari setiap desa dan kelurahan. Masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa hadir karena berbagai keterbatasan. Karena itu saya berharap kepedulian ini terus berlanjut sepanjang tahun,” katanya.
Herdiat juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas, para ulama, ASN, TNI, Polri, DPRD, instansi vertikal, dan seluruh masyarakat yang selama ini bergotong royong membangun Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, banyak pembangunan sosial dan keagamaan di Ciamis yang tidak tercatat dalam APBD, tetapi lahir dari semangat kebersamaan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Herdiat memberikan motivasi kepada seluruh anak yatim agar tidak pernah menyerah menggapai cita-cita.
“Belajarlah dengan rajin, mengajilah dengan sungguh-sungguh. InsyaAllah 10 sampai 15 tahun ke depan, kalianlah yang akan duduk di kursi-kursi pemimpin. Harus ada yang menjadi bupati, kapolres, dandim, kejari, sekda, ketua DPRD, dan pejabat lainnya,” pesannya.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim.
Raut bahagia terpancar dari wajah mereka, sementara doa-doa yang dipanjatkan sepanjang kegiatan diharapkan menjadi keberkahan bagi Kabupaten Ciamis dan seluruh masyarakatnya.














